Rabu, 15 Februari 2012

Ria, Her Name…


Partikel itu bernama Ria,
Yang sempat bikin jiwa berdebat
Memilih yang mana?
Percaya, berarti akan jatuh pada hilang yang sama
Tak peduli, hidup tanpa guncangan
Menjauh, alur yang lurus
Menerima, badainya akan besar…

Maka,
Kuputuskan juga
Di ruang mana kuletakkan partikel baru itu
Tak ada ruang kosong di hatiku.
Semua terisi ambisi dan khayal imaji.
Partikel itu datang sendiri
Merapikan jejal-jejal tak beraturan
Dan tidur di sudut paling kelam di sana.
Ia bawa lentera,
Dan peta-peta bianglala bertahta,
Akhirnya,
Semua sudut hati mengenalnya.
Ah, bagaimana bisa?

Partikel itu bernama Ria,
Yang pernah bikin badai karena percaya
Siluetnya memenuhi lembar-lembar kosong.
Karena partikel itu memulai segalanya
Dari angka 1.


Malang, 09022012. 18.09 wib
‘Thank You, Ria’


3 komentar:

didik mengatakan...

Hmmm,,,

saya kok agak susah mencerna ya :D

GUNOTIF (Guru Inovatif Kreatif) mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
GUNOTIF (Guru Inovatif Kreatif) mengatakan...

tu puisi bikinan teman saya..

intinya, dy senang berteman dg saya..
gtu..

Posting Komentar