Bertahanlah,
kak..
Ketika sudah
memilihnya sebagai tempat untuk
menjatuh hati, ada rasa yang
tidak bisa lagi terbaca alfabet kata.
Kadang diri tidak bisa memaknai hujan dan pelangi yang ia hadirkan. Tidak bisa
membedakan mimpi dan nyata sosoknya. Ia terlalu abstrak untuk diraih. Terlampau
jauh untuk dinikmati. Selalu rindu membeku yang setia menemani waktu. Berharap
ia tiba-tiba hadir di depan mata. Berharap ia dapat meluruhkan beku itu. Menyimpulkan
senyum yang dapat direkam dan diputar lewat puzzle kenangan setiap kali
merindunya.
Bertahanlah, kak..
Ia memang tidak tahu akan jingga cinta
itu. Ia tidak pernah tahu bagaimana kau berusaha berjalan dengan sakit yang benar-benar
meluka. Berharap punggung itu berbalik. Berharap haluan hati itu tertuju
padamu. Menghadiahkan sepaket harapan yang sejak lama kau tunggu.
Kak..menghapus jejaknya akan lebih sulit.
Kau harus menyiapkan ribuan kesabaran untuk membuang serpih-serpih kenangan
lalu itu. Bahkan, ketika sebagian serpih itu telah berhasil kau singkirkan, ia
bisa saja mengutuh lagi. Terlebih saat ia menoleh padamu, meski sesaat.
Kak..ada cerita dan derita yang sama
antara kau dan aku. Tahukah? saat rindu itu mengusikmu, ia pun melakukan hal yang
tidak berbeda padaku. Aku benar-benar bisa merasakannya, sakit yang memerih
itu. Meski tak sempurna..
22 Februari 2012 03:56 WIB
For my sista

Tidak ada komentar:
Posting Komentar