Sabtu, 25 Februari 2012

Bertahanlah



Bertahanlah, kak..
Ketika sudah memilihnya sebagai tempat untuk menjatuh hati, ada rasa yang tidak bisa lagi terbaca alfabet kata. Kadang diri tidak bisa memaknai hujan dan pelangi yang ia hadirkan. Tidak bisa membedakan mimpi dan nyata sosoknya. Ia terlalu abstrak untuk diraih. Terlampau jauh untuk dinikmati. Selalu rindu membeku yang setia menemani waktu. Berharap ia tiba-tiba hadir di depan mata. Berharap ia dapat meluruhkan beku itu. Menyimpulkan senyum yang dapat direkam dan diputar lewat puzzle kenangan setiap kali merindunya.

Bertahanlah, kak..
Ia memang tidak tahu akan jingga cinta itu. Ia tidak pernah tahu bagaimana kau berusaha berjalan dengan sakit yang benar-benar meluka. Berharap punggung itu berbalik. Berharap haluan hati itu tertuju padamu. Menghadiahkan sepaket harapan yang sejak lama kau tunggu.


Kak..menghapus jejaknya akan lebih sulit. Kau harus menyiapkan ribuan kesabaran untuk membuang serpih-serpih kenangan lalu itu. Bahkan, ketika sebagian serpih itu telah berhasil kau singkirkan, ia bisa saja mengutuh lagi. Terlebih saat ia menoleh padamu, meski sesaat.

Kak..ada cerita dan derita yang sama antara kau dan aku. Tahukah? saat rindu itu mengusikmu, ia pun melakukan hal yang tidak berbeda padaku. Aku benar-benar bisa merasakannya, sakit yang memerih itu. Meski tak sempurna.. 

22 Februari 2012 03:56 WIB
For my sista 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar