Rabu, 08 Februari 2012

Dream’s Book, My Inspiration


Mimpi, kerap kali datang, menjadi rangkai bunga tidur di setiap malam. Ia memberikan energi tersendiri bagi jiwaku untuk meraihnya. Apa yang tengah diimpikan seorang manusia yang tengah belajar meniti kesempurnaan ini?

Jepang, sebuah negeri yang ingin sekali kukunjungi. Menjejakkan kaki di tanah empat musim itu lalu menghirup setiap partikel udaranya. Melihat bunga sakura yang bermekaran saat musim semi tiba. Atau sekedar menikmati gugurnya daun-daun yang berubah kuning-merah saat musim gugur. Tapi sungguh lebih dari itu, kawan… Aku bahkan sangat ingin menjadi seorang pelajar di Negeri Matahari Terbit itu. Sepertinya sangat menyenangkan menuntut ilmu di sana, mengingat negeri ini amat mencintai ilmu pengetahuan.

Hal itu terlihat ketika Hiroshima dan Nagasaki di bumihanguskan oleh sekutu. Jepang hancur. Tapi coba perhatikan, yang terlebih dahulu mereka perbaiki bukanlah sektor infrastruktur, melainkan sektor pendidikan. Dalam mind set bangsa berkulit putih ini, pendidikan yang baik tentu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Jika sudah begitu, maka peradaban pun akan mudah untuk dikembangkan. Ok, kembali pada mimpiku.

Sudah lama sekali aku memiliki mimpi ini. Membibitnya sejak aku mengenal bahasa Jepang di sekolah menegah atas. Aku pun belajar mengeja satu persatu, menghafal setiap huruf hiragana dan katakana dengan tekun. Menjadi siswa dengan nilai tinggi di setiap ujian bahasa Jepang adalah obsesiku.

Semakin waktu beranjak, mimpi itu tidak memudar. Ia justru makin melekat di benakku. Ada keinginan yang membuncah di dalam dada. Ada iri yang begitu nyeri ketika melihat seseorang mahir bercakap-cakap dalam bahasa Jepang. Ada semangat membara di jiwaku untuk mempelajari nihonggo (bahasa Jepang, red).

Jangan dikira aku tidak melakukan apa-apa, kawan... Aku sedang berusaha. Mendalami bahasa Jepang secara otodidak. Menghafalkan huruf-hurufnya dan membiasakan  telingaku mendengarkan lagu berbahasa Jepang. Bahkan, ringtone sms pun ku setel berbahasa Jepang. Hm, tunggu aku menjejak kaki di Negeri Sakura itu. Ganbatte kudasai!


07 Februari 2012 19:38 WIB

9 komentar:

Oreng Sendet mengatakan...

Sipp, sgt mnginspirasi...
klo bleh ntar ntip benih bunga Sakura ya mbak..??? ;D

Ganbatte!

Khoiriyah Fatma Nuryati mengatakan...

Ok, ganbarimasu..
Insyallah, Mz Bro Slametology..
Ayo, menulis.. :)

didik mengatakan...

coi kalo boleh tahu ke jepang mau ngapain?
Tapi tingginya cita2 cukup menginspirasi saya :D

asal jangan nyasar ke Korea coi

Khoiriyah Fatma Nuryati mengatakan...

Mau jadi mahasiswa disana
Hehe..semoga tdk nyasar ke Korea ya.. hehe..

ayo, tuliskan cita2 pyn..

Oreng Sendet mengatakan...

Aq Oreng Sendet mbak...

Cek yg ini ya http://orengsendet.blogspot.com/2012/02/cara-ganti-gambar-slider.html

didik mengatakan...

Sebentar, masih cari inspirasi coi. cita-cita saya berubah terus sejak kecil soalnya :D

Khoiriyah Fatma Nuryati mengatakan...

Ok. Makasih Org Sendet.. :)

Khoiriyah Fatma Nuryati mengatakan...

Hohoho...tulis semuanya ajah..

Lukman mengatakan...

tingginya cita2mu, sob..
Semangat...

Posting Komentar