Sabtu, 25 Februari 2012

Mengunjungi Alam

Siluet Nikita, teman saya 
Masih di sudut-sudut kota yang sama, Jombang. Pagi ini terasa sangat sejuk, kawan.  Embun dan kabut setia menemani rumpun-rumpun padi yang mulai merunduk. Tidak ada yang lebih indah selain menikmati horison di pagi hari. Sambil menunggu mentari muncul di cakrawala. Menyaksikan bagaimana ia tersenyum ceria menyapa langit.

Aku sangat suka berada di alam terbuka seperti ini. Berbaur dengan warna hijau pepohonan, biru langit, dan jingganya surya. Hmm..benar-benar menentramkan hati. Aku sangat menikmatinya. Ketika ingin melepas penat, banyak teman-temanku memilih tempat perbelanjaan sebagai pelampiasannya. Tapi tidak denganku, aku lebih memilih untuk  mengunjungi alam. Berdiri merasakan hembusan angin di tengah hamparan padi yang hijau. Atau sekedar bermain pasir di tepian pantai, menghirup dalam-dalam aroma pengunungan, merasakan rajaman air terjun atau  memperhatikan pelangi sehabis hujan reda. Sungguh tiada bandingannya.


Ketika surya itu menampakkan diri
Ketika ke pantai 9 Juli 2010 lalu


Lebih dari itu, memperhatikan alam membuatku menjadi semakin mencintai-Nya. Bagaimana tidak? Alam ini merupakan manifestasi nyata wujud Rabb-ku. Maha Indah Ia yang melukis warna-warni pelangi usai hujan yang membeku. Maha Kuasa Ia yang membuat pantai setia menunggu debur ombak menyapanya, membawa pasir berlabuh. Maha Suci Ia yang menjernihkan air di telaga-telaga tak beriak. Subhanallah..karya-Nya tak pernah tertandingi oleh seniman manapun.

Jombang, 24 Februari 2012 08:25 WIB
Tadabbur alam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar