![]() |
| Siluet Nikita, teman saya |
Masih di sudut-sudut kota yang sama, Jombang. Pagi ini terasa sangat
sejuk, kawan. Embun dan
kabut setia menemani rumpun-rumpun padi yang mulai merunduk. Tidak ada yang
lebih indah selain menikmati horison di pagi hari. Sambil menunggu mentari
muncul di cakrawala. Menyaksikan bagaimana ia tersenyum ceria menyapa langit.
Aku sangat suka berada di alam terbuka seperti ini.
Berbaur dengan warna hijau pepohonan, biru langit, dan jingganya surya.
Hmm..benar-benar menentramkan hati. Aku sangat menikmatinya. Ketika ingin melepas penat, banyak teman-temanku memilih tempat perbelanjaan sebagai pelampiasannya. Tapi tidak denganku, aku lebih memilih untuk mengunjungi alam. Berdiri merasakan hembusan angin di tengah hamparan padi yang hijau. Atau sekedar bermain pasir di tepian pantai, menghirup dalam-dalam aroma
pengunungan, merasakan rajaman air terjun atau memperhatikan pelangi sehabis
hujan reda. Sungguh tiada bandingannya.
![]() |
| Ketika surya itu menampakkan diri |
![]() |
| Ketika ke pantai 9 Juli 2010 lalu |
Lebih dari itu,
memperhatikan alam membuatku menjadi semakin mencintai-Nya. Bagaimana tidak?
Alam ini merupakan manifestasi nyata wujud Rabb-ku. Maha Indah Ia yang melukis warna-warni
pelangi usai hujan yang membeku. Maha Kuasa Ia yang membuat pantai setia menunggu
debur ombak menyapanya, membawa pasir berlabuh. Maha Suci Ia yang menjernihkan air di telaga-telaga tak beriak. Subhanallah..karya-Nya tak pernah tertandingi oleh seniman manapun.
Jombang, 24
Februari 2012 08:25 WIB
Tadabbur alam



Tidak ada komentar:
Posting Komentar