Terkadang kita mendapati
sebungkus hadiah yang tiba-tiba tergeletak di lemari dari orang-orang terdekat
kita. Semisal keluarga, teman, sahabat atau pun unidentified person. Hmm…senang sekali rasanya, sebab hadiah itu
seperti salah satu bentuk perhatian mereka pada kita.
Tapi berbeda dengan salah seorang
teman saya, namanya Elly. Ia sangat bingung ketika menerima sebungkus
pernyataan hati dari salah seorang siswanya. Elly adalah teman PKLI saya di
Jombang. Bedanya, saya praktik mengajar di MAN sedangkan dia di MTs.
Lelaki kecil itu datang ke pondok
kami dengan menjinjing bungkusan kresek hitam berukuran sedang. Dengan langkah
malu-malu, ia pun berjalan memasuki area pondok. Agak lama ia menunggu Elly
yang baru saja tersadar dari tidur siangnya. Ia begitu berbinar ketika guru
SKI-nya tersebut keluar dari kamar, bersedia menemui dirinya.
Mereka berdua pun menuju teras
pondok untuk sekedar mengobrol. Saya yang kebetulan juga berada di sana, jelas-jelas
mendengar apa yang mereka perbincangkan. Beberapa kali Elly melontarkan
pertanyaan pada siswa tersebut yang belakangan kuketahui bernama Arif. Siswa
kelas 8 ini ternyata adalah anak yang pendiam. Sepanjang pembicaraan, ia hanya
menjawab seperlunya saja. Tidak berani balik bertanya pada gurunya tersebut. Arif
justru sibuk memutar-mutar jari di permukaan lantai seraya mengalihkan
pandangan dari Elly. Grogi dia. Sesekali Elly melirik saya, menunjukkan
ekspresi bingung bercampur lucu menghadapi anak sependiam dia.
Setelah merasa puas dengan
diamnya tersebut, si Arif kecil akhirnya meminta ijin untuk mengundurkan diri
dari hadapan Elly. Agak aneh memang, datang, diam, dan pergi. Meninggalkan sebungkus
kresek misterius bagi guru favoritnya tersebut. Penasaran, Elly pun membuka
bungkusan yang sedari tadi teronggok di hadapannya.
“Ya Allah, banyak banget..” teriaknya, syok.
Anak itu menghadiahkan sebungkus Tango, Silver Queen, Kacang
Garuda, Tic Tac, dan sekotak besar Ultra Milk vanilla.
“Wah, itu mah jatah kiriman sebulan, Mbak” ujar Dhani, teman saya menanggapi.
Elly sangat bingung. Ia sungguh
tidak menyangka seorang Arif kecil akan memberinya hadiah sebanyak itu. Ia
tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan muridnya tersebut.
Hmm...Elly, seseorang yang
memberi hadiah padamu, bukan berarti ingin dibalas dengan hal yang sama. Hadiah
itu merupakan ungkapan rasa sayangnya padamu. Kurasa kau tidak perlu bingung
untuk membalasnya. Karena kurasa ia pun tidak mengharapkannya. Ia hanya ingin
melihat senyummu ketika menerima hadiah itu. Ia hanya ingin kau mengingat bahwa
kau pernah memiliki murid bernama Arif, si pendiam.
Jombang, 28 Februari
2012 17:26 WIB
Satu catatan untuk Elly

2 komentar:
salam untuk Mbak Elly disana Mbak hehe, ntar aku mau dikasih hadiah apa dari Mbak Rieyha #ngarep
Ngge, insyAllah..
Apa ya? Hoho..pyn mwx apa wes?
Posting Komentar