Rabu, 29 Februari 2012

Hadiah dari Arif

 
Terkadang kita mendapati sebungkus hadiah yang tiba-tiba tergeletak di lemari dari orang-orang terdekat kita. Semisal keluarga, teman, sahabat atau pun unidentified person. Hmm…senang sekali rasanya, sebab hadiah itu seperti salah satu bentuk perhatian mereka pada kita.

Tapi berbeda dengan salah seorang teman saya, namanya Elly. Ia sangat bingung ketika menerima sebungkus pernyataan hati dari salah seorang siswanya. Elly adalah teman PKLI saya di Jombang. Bedanya, saya praktik mengajar di MAN sedangkan dia di MTs.

Lelaki kecil itu datang ke pondok kami dengan menjinjing bungkusan kresek hitam berukuran sedang. Dengan langkah malu-malu, ia pun berjalan memasuki area pondok. Agak lama ia menunggu Elly yang baru saja tersadar dari tidur siangnya. Ia begitu berbinar ketika guru SKI-nya tersebut keluar dari kamar, bersedia menemui dirinya.
Mereka berdua pun menuju teras pondok untuk sekedar mengobrol. Saya yang kebetulan juga berada di sana, jelas-jelas mendengar apa yang mereka perbincangkan. Beberapa kali Elly melontarkan pertanyaan pada siswa tersebut yang belakangan kuketahui bernama Arif. Siswa kelas 8 ini ternyata adalah anak yang pendiam. Sepanjang pembicaraan, ia hanya menjawab seperlunya saja. Tidak berani balik bertanya pada gurunya tersebut. Arif justru sibuk memutar-mutar jari di permukaan lantai seraya mengalihkan pandangan dari Elly. Grogi dia. Sesekali Elly melirik saya, menunjukkan ekspresi bingung bercampur lucu menghadapi anak sependiam dia.

Setelah merasa puas dengan diamnya tersebut, si Arif kecil akhirnya meminta ijin untuk mengundurkan diri dari hadapan Elly. Agak aneh memang, datang, diam, dan pergi. Meninggalkan sebungkus kresek misterius bagi guru favoritnya tersebut. Penasaran, Elly pun membuka bungkusan yang sedari tadi teronggok di hadapannya.

“Ya Allah, banyak banget..” teriaknya, syok. 
Anak itu menghadiahkan sebungkus Tango, Silver Queen, Kacang Garuda, Tic Tac, dan sekotak besar Ultra Milk vanilla.

“Wah, itu mah jatah kiriman sebulan, Mbak” ujar Dhani, teman saya menanggapi.

Elly sangat bingung. Ia sungguh tidak menyangka seorang Arif kecil akan memberinya hadiah sebanyak itu. Ia tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan muridnya tersebut.

Hmm...Elly, seseorang yang memberi hadiah padamu, bukan berarti ingin dibalas dengan hal yang sama. Hadiah itu merupakan ungkapan rasa sayangnya padamu. Kurasa kau tidak perlu bingung untuk membalasnya. Karena kurasa ia pun tidak mengharapkannya. Ia hanya ingin melihat senyummu ketika menerima hadiah itu. Ia hanya ingin kau mengingat bahwa kau pernah memiliki murid bernama Arif, si pendiam.  

Jombang, 28 Februari 2012 17:26 WIB 
Satu catatan untuk Elly

2 komentar:

Kang Sofyan mengatakan...

salam untuk Mbak Elly disana Mbak hehe, ntar aku mau dikasih hadiah apa dari Mbak Rieyha #ngarep

GUNOTIF (Guru Inovatif Kreatif) mengatakan...

Ngge, insyAllah..
Apa ya? Hoho..pyn mwx apa wes?

Posting Komentar