Hujan jelang sore kali ini terasa lain.
Ada bulir hangat
yang jatuh menyatu
dengan tetes air penuh rahmat.
Ya, aku memang sengaja berlari ke tengah-tengah.
Merasai tiap tetesnya
yang mulai berubah menjadi deras.
Kali ini, bukan karena aku rindu padanya
lalu ku memeluknya.
Ini lebih karena aku ingin bersembunyi..
Lebih tepatnya menyembunyikan bulir hangat
dan suara penuh isak..
Dan hujan..
Kali ini,kau menyelamatkanku
dari pandangan sekitar.
karena mereka hanya tahu aku yang kehujanan..
bukan aku yang menangis sambil hujan-hujanan.
-sisi jalan, sehabis hujan-
yang jatuh menyatu
dengan tetes air penuh rahmat.
Ya, aku memang sengaja berlari ke tengah-tengah.
Merasai tiap tetesnya
yang mulai berubah menjadi deras.
Kali ini, bukan karena aku rindu padanya
lalu ku memeluknya.
Ini lebih karena aku ingin bersembunyi..
Lebih tepatnya menyembunyikan bulir hangat
dan suara penuh isak..
Dan hujan..
Kali ini,kau menyelamatkanku
dari pandangan sekitar.
karena mereka hanya tahu aku yang kehujanan..
bukan aku yang menangis sambil hujan-hujanan.
-sisi jalan, sehabis hujan-
by: Pecinta Hujan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar