Senin, 04 Agustus 2014

Your Grey


Selamat malam, teman...
Ah, bolehkah saya menyebutmu ‘teman’? Mmm...mungkin saja kamu akan mengijinkannya. Kita memang tak dekat. Saya hanya mengenalmu melalui teman saya. Ya, teman saya yang saat ini begitu merindukan surat udara darimu. Saya tidak menyangka dia akan sejatuh itu. Padahal dulunya ia sempat menolak buah apel yang kamu berikan.

Tahukah, teman?
Saya sempat menaruh cemburu yang teramat sangat kepadamu. Saya juga sempat kehilangan mood saya ketika melihat wajahmu. Dan, saya juga pernah menangis karenamu. Tahukah mengapa? Karena ketika itu kamu sedang menyukai teman saya. Sifat manusia saya mengatakan, bisa jadi suatu saat nanti kamu akan pergi membawanya, dan praktis saya pun akan kehilangan dia.


Teman, perasaan kehilangan itu...sungguh saya sempat merasakannya. Dua tahun yang lalu, tepatnya ketika awal hijrah saya ke tempat yang baru, saya sempat merasa kehilangannya. Entah, apa yang telah kamu lakukan padanya hingga saya merasa begitu kehilangan perhatiannya. Padahal, waktu itu adalah masa-masa tersulit bagi saya. Sendiri di kota yang baru tanpa mengenal seorang pun. Dan pergi dari rumah dengan ijin Ayah yang setengah hati. Belum lagi tumpukan rindu-rindu saya pada masa lalu. Ah, keberadaanmu di hatinya semakin memperburuk keadaan saya. Saya sempat menyesali keputusan saya ketika itu. Saya pun sempat berpikir untuk kembali dan mengurungkan semua mimpi-mimpi saya.

Di tengah semua kesendirian itu, saya kemudian bersandar pada-Nya. Munafik memang, mengingat-Nya hanya ketika di waktu sempit. Tapi memang hanya Dia yang saya miliki ketika itu. Dengan kuasa-Nya Dia pun menghapus rasa sedih saya dan mengantarkan saya menemui cahaya. Membuka hati saya pada hikmah-hikmah yang Ia tunjukkan di sekeliling saya. Alhamdulillah...

Teman, saat ini kamu kemana? Saya mempertanyakan ‘ada’mu untuknya. Masihkah rasa itu berada di tempatnya? Jika iya, katakanlah. Jika tidak, juga katakanlah. Saya tidak suka keabu-abuanmu. Pilih saja, hitam atau putih? Jangan memenjarakan teman saya pada warna yang terus membuatnya rindu seperti ini.

Teman, dari awal saya memang sudah tak suka padamu. Dan saat ini saya semakin tidak menyukaimu. Pada akhirnya nanti, apakah saya akan semakin tak menyukaimu?


28 Juli 2014 23:39 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar