Senin, 04 Agustus 2014

Proposal Kedua


Tuhanku...
Terima kasih telah membaca proposal yang sejak beberapa tahun lalu kuajukan kepada-Mu. Aku tahu janji-Mu adalah benar. Ud’uuny fastajib lakum. Karena itulah aku tak pernah berhenti merangkai pintaku pada-Mu.

Tuhanku...
Hari itu Kau memenuhinya. Mengabulkan doa-doa yang pernah kulayangkan pada-Mu. Menghadirkan dia yang kini terseyum lepas di hadapanku. Yang tanpa ragu memberikan segenap percayanya kepadaku.

Tuhanku...
Dia itu...seperti apa yang sering kusebut dalam doa-doaku dahulu. Dia yang begitu mencintai-Mu, dan juga mencintai Kekasih-Mu. Dia seorang pekerja keras dengan mimpi-mimpi hidup yang luar biasa. Dia analis, pemikir kritis, dan pencetus ide-ide unik yang kadang juga aneh. Dia...sosok 95% dalam proposal jodohku.

Tuhanku...
Suatu saat nanti...aku ingin dapat berjalan beriringan dengannya dan mengamit lengannya. Kelak, aku ingin anak-anakku memanggilnya dengan sebutan ayah. Dan, Tuhan...kuharap tak hanya di kehidupan fana ini, tetapi hingga dapat berjumpa dan memandang wajah-Mu di sana.

Tuhanku...
Uraikanlah Kun-Mu...


3 Syawal 1345 H / 30 Juli 2014 12:57 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar