Tidak banyak yang berubah dari diri saya. Hanya berat badan yang sedikit
bertambah menjadi 53 kg dan tinggi yang naik menjadi 162 cm. Wajah saya masih
imut dan pipi saya masih tembem. Saya masih suka nasi goreng dan es krim. Masih
suka tempe, roti dan susu. Masih suka curhat di facebook dan blog. Masih suka
muter-muter di toko buku. Masih suka berlama-lama berdua dengan sahabat saya
yang paling setia, Tochi. Masih suka otak-atik Corel Draw dan Photoshop. Juga
masih suka basket dan memotret. Saya juga masih sering menangis, terutama jika
berhadapan dengan hal-hal yang mengharukan atau menyedihkan. Saya tidak
cengeng, kok.. Hanya memiliki hati yang mudah tersentuh, itu saja.
Beberapa menit lagi hari ke-18 di bulan September, dan itu adalah perayaan
ke-22 bagi hari jadi saya. Saya selalu mengistemewakan hari itu dengan membuat
catatan seperti ini. Catatan muhasabah. Tentang hari-hari yang telah terlalui.
Tentang waktu-waktu yang telah saya pinjam dari-Nya hingga detik ini. Terlampau
banyak yang saya siakan di masa lalu. Penyesalan akan ketidakberanian,
keputusasaan, keterlenaan dan kebodohan. Menjadi dosa-dosa yang menggunung
seiring waktu melaju bersama detakannya. Terlalu banyak meminta tetapi enggan
memberi. Menagih cinta tanpa kerelaan berkorban. Menengadahkan tangan penuh
harap di setiap munajat, tapi lupa untuk bersyukur.
Saya seringkali meminta pada-Mu, Tuhan.. Meminta kemudahan,
keselamatan, kelulusan, kesehatan, rizki, kekuatan hati, kelapangan. Saya
seringkali mengadu pada-Mu. Tentang lelah pada dunia, kekecewaan, kecemburuan, kemarahan,
dan kehilangan. Lalu dengan segala kemurahan hati, Engkau menerangi sebuah jalan
untuk saya lalui. Tetapi kadangkala saya lupa bersyukur atas semua itu. Saya
lupa bahwa di setiap bahagia yang saya rasakan, ada tangan kokoh-Mu yang
menggerakkan segalanya. Di sana lah saya mulai terlena dengan semua sifat
manusia saya. Maaf, Tuhan.. Karena terkadang saya kehilangan kompas dan berubah
haluan. Berjalan terlalu jauh dari koridor yang Engkau tentukan. Maaf, Tuhan..
Karena waktu yang kupinjam dari-Mu terlalu banyak kusia-siakan. Maaf, Tuhan.. Karena
hingga saat ini pun saya masih sering mencintai makhluk yang Kau ciptakan,
hingga kadang lupa bagaimana cara mencintai-Mu.
Maaf, Tuhan.. Karena tidak banyak yang berubah dari diri saya..
17 September 2012 23.03 wib

Tidak ada komentar:
Posting Komentar