Rabu, 19 September 2012

Tidak Banyak Berubah



Tidak banyak yang berubah dari diri saya. Hanya berat badan yang sedikit bertambah menjadi 53 kg dan tinggi yang naik menjadi 162 cm. Wajah saya masih imut dan pipi saya masih tembem. Saya masih suka nasi goreng dan es krim. Masih suka tempe, roti dan susu. Masih suka curhat di facebook dan blog. Masih suka muter-muter di toko buku. Masih suka berlama-lama berdua dengan sahabat saya yang paling setia, Tochi. Masih suka otak-atik Corel Draw dan Photoshop. Juga masih suka basket dan memotret. Saya juga masih sering menangis, terutama jika berhadapan dengan hal-hal yang mengharukan atau menyedihkan. Saya tidak cengeng, kok.. Hanya memiliki hati yang mudah tersentuh, itu saja.

Beberapa menit lagi hari ke-18 di bulan September, dan itu adalah perayaan ke-22 bagi hari jadi saya. Saya selalu mengistemewakan hari itu dengan membuat catatan seperti ini. Catatan muhasabah. Tentang hari-hari yang telah terlalui. Tentang waktu-waktu yang telah saya pinjam dari-Nya hingga detik ini. Terlampau banyak yang saya siakan di masa lalu. Penyesalan akan ketidakberanian, keputusasaan, keterlenaan dan kebodohan. Menjadi dosa-dosa yang menggunung seiring waktu melaju bersama detakannya. Terlalu banyak meminta tetapi enggan memberi. Menagih cinta tanpa kerelaan berkorban. Menengadahkan tangan penuh harap di setiap munajat, tapi lupa untuk bersyukur.

Saya seringkali meminta pada-Mu, Tuhan.. Meminta kemudahan, keselamatan, kelulusan, kesehatan, rizki, kekuatan hati, kelapangan. Saya seringkali mengadu pada-Mu. Tentang lelah pada dunia, kekecewaan, kecemburuan, kemarahan, dan kehilangan. Lalu dengan segala kemurahan hati, Engkau menerangi sebuah jalan untuk saya lalui. Tetapi kadangkala saya lupa bersyukur atas semua itu. Saya lupa bahwa di setiap bahagia yang saya rasakan, ada tangan kokoh-Mu yang menggerakkan segalanya. Di sana lah saya mulai terlena dengan semua sifat manusia saya. Maaf, Tuhan.. Karena terkadang saya kehilangan kompas dan berubah haluan. Berjalan terlalu jauh dari koridor yang Engkau tentukan. Maaf, Tuhan.. Karena waktu yang kupinjam dari-Mu terlalu banyak kusia-siakan. Maaf, Tuhan.. Karena hingga saat ini pun saya masih sering mencintai makhluk yang Kau ciptakan, hingga kadang lupa bagaimana cara mencintai-Mu.

Maaf, Tuhan.. Karena tidak banyak yang berubah dari diri saya..

17 September 2012 23.03 wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar