Kamu sudah memilikinya. Aku tahu itu, bahkan sangat tahu. Lalu untuk apa
aku masih diam di sini? Bodoh sekali.. Hati dan logikaku sungguh enggan
bersepakat. Kamu memang tidak mengerti bahwa hari itu kamu pernah membuatku
terjatuh. Menyadari kesia-siaan yang kurakit bersama arus waktu. Kamu tidak
pernah bersalah meski sempat membuatku berhari-hari sakit. Menahan nyeri luka
yang ku obati sendirian. Hingga dapat kulihat hari ini luka itu mengering
disembuhkan waktu..
Mungkin kagumku, yang mengaburkan batas antara mimpi dan nyata ini. Menafikan
bahwa ternyata kamu memang sudah dimiliki. Jika saja aku memberitahukan
segalanya padamu, tentang hatiku, tentang hari-hari berat itu, dan tentang
cemburuku. Bagaimana jika kamu tahu? Bisakah aku tetap melihatmu tersenyum
standar seperti kemarin? Masihkah aku dapat membaca pesan-pesan yang kau titip
pada udara, seperti kemarin?
Atau kubiarkan begini saja? Hanya mengadukan sedih ini pada kata-kata..
2 September 2012 12:34 wib
‘saat ini, aku benci diriku’

Tidak ada komentar:
Posting Komentar