Senin, 23 Juli 2012

I'm Home


Rumah adalah tempat dimana di mana saya dibutuhkan
-Dee-

Sejauh-jauh burung terbang, pasti akan kembali ke sarangnya jua. Tak terkecuali aku, yang harus pulang dari petualangan pendewasaan diri empat tahun lalu. Kini aku benar-benar di sini. Di rumah. Bersama mereka yang mencintaiku.



"Kalau ada Riya, tempe pun terasa lebih enak," celetuk Ibu ketika aku menemaninya berkreasi di dapur. Kulihat binar di mata itu sesilau matahari pagi. Ia semangat sekali meramu keluarga bawang, garam, telur menjadi menu sarapan pagi ini. 90% pekerjaan itu, Ibu yang menyelesaikannya. Aku hanya kebagian 10% nya saja. Entah mungkin tidak percaya padaku atau bagaimana. Tapi tak apalah, selama ini aku memang belum bersahabat dengan perkakas dan bahan baku dapur. 


Tidak lama kemudian, berbagai hidangan pun tersaji di atas meja. Telur dadar, sup, tahu dan yang paling kusuka, tempe goreng. Hehehe... Sederhana, tapi sudah cukup membuat kami bertahan hidup di separuh hari. 
"Gitu, ya... Kalau ada Mbak baru deh masaknya rame," gerutu adikku yang biasanya hanya menemui tahu dan tempe goreng sebagai teman sarapan paginya. Aku tertawa kecil mendengarnya. Ibu seringkali mengtakan bahwa keberadaanku di rumah ini membuatnya semangat memasak. Rela menyajikan menu serba lengkap, membeli tempe dalam jumlah banyak, serta bereksperimen membuat kue ini dan itu. 


Begitu juga dengan Ayah. Semenjak kepulanganku 19 hari yang lalu, ia sering membawa bungkusan manis ketika pulang dari kantor. Entah itu terang bulan atau roti goreng kegemaranku. Yang beberapa menit kemudian sudah tak berwujud lagi.


Si laki-laki kecil ini juga tidak mau lepas dariku. Dia hobi memeluk dan tersenyum imut padaku. Gemas. Ketika ia mulai memanggil-manggil namaku dengan bahasa bayi yang belum sempurna. Ia kerap menjerit dan menangis tiap kali aku beranjak Padahal ketika itu aku hanya ingin pipis. Hehehe.. Suatu kali aku pernah bepergian ke kota lebih dari 14 jam. Tidak betah rasanya. Ingin segera pulang dan bertemu dengannnya lagi.


I'm home..
Bebanku luruh di tempat ini. Begitu bebas dan ringan.


19 Juli 2012
16.16 wib


Tidak ada komentar:

Posting Komentar