Kamis, 10 Mei 2012

Pergi


Sedikit lagi... Waktu akan benar-benar memvonis jeda untukku. Meninggalkan banyak pundi kenangan di jalan yang sering kita lalui. Jangan tanyakan bagaimana caraku melewati setiap ayunan langkah kaki tanpa iringanmu. Itu akan sangat berat, kawan.. Akan sangat sulit. Ada banyak dirimu yang selalu menguntit duniaku, seperti bayang-bayang yang tak mau pergi dan selalu menempel di kakiku. Kau akan tampak di derasnya hujan yang turun di halaman rumah, di pahit manisnya seduhan kopi di atas meja, di romantisme puisi, dan di tumpukan buku-buku novel di rak bukuku.

"Lalu mengapa pergi? Ketika kau tahu bahwa dunia akan membiru?" pertanyaan yang sering kau lontarkan. Dan lebih sering lagi kubalas dengan senyuman. Ada banyak pilihan di setiap ujung jalan yang telah dilalui, kawan... Setiap pilihan memiliki jalannya masing-masing. Ketika aku memutuskan untuk memilih jalan yang berbeda, itu berarti kita telah tiba dipersimpangan. Aku harus segera mengemas hatiku. Mempersiapkan diri untuk suatu perubahan di jauh sana. Aku sangat tahu, itu akan membuat beku duniamu.


Terima kasih yang melebihi segalanya, karena bersedia berjalan mengiringiku. Merangkai setiap sedih dan bahagia dalam cerita sehari-hari. Entah apa yang membuatku bersedia bertahan bersama orang seegois dirimu? Yang kadang membuatku sangat jengkel dengan marah yang tertahan. Hmm..ya sudah lah, kejengkelan itu akan jadi cerita yang mengundang gelak tawa jika terkenang nanti.

Jika sudah berpisah nanti...satu, dua, tiga, bahkan berpuluh-puluh tahun berikutnya, di sela-sela rutinitas dan kesibukanmu, semoga kau masih sudi untuk sekedar 'mengingatku'.


10 Mei 2012 00.44 wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar