Sabtu, 19 Mei 2012
Inikah aku?
Inikah aku, Tuhan? Yang memiliki hati sesempit dan serapuh cawan? Setumpuk lemak dan minyak bekas sisa penggorengan semalam enggan menghilang meski telah kucoba mengusapnya dengan zat pembersih asam. Lemak dan minyak itu tidak pernah tak menyentuh permukaan hatiku. Hingga aku terbiasa dan berkawan lekat dengannya. Meski kadang mereka meninggalkan noda yang tidak bisa hilang. Apakah karena terlampau sering? Atau memang karena keterbatasan diriku? karena stok sabar yang kukantongi tak sebanyak milik-Mu?
Lalu, adakah batas untuk sebuah kesabaran, Tuhan? Kesabaran yang Kau miliki justru tak pernah berbatas. Bahkan untuk hati-hati yang berminyak dan berlemak sekalipun. Pinjamkan setitik saja kesabaran yang Kau miliki. Untuk kupakai hingga nanti. Agar aku bisa bisa selalu memaafkan. Dan melupakan setiap minyak dan lemak yang mampir di permukaanku, lagi...
19 Mei 2012
IC Kampus Hijau

Tidak ada komentar:
Posting Komentar