Senin, 21 Mei 2012

Mematah Lagi


Ada yang aneh dengan perasaan saya hari ini. Rumit. Benar-benar tidak terdefinisi. Bermula ketika kabar itu benar-benar menyata di keesokan harinya. Ya, akhirnya kamu memutuskan untuk menggenggam tangannya lebih erat. Saya sudah menduga hal ‘indah’ itu pasti akan terjadi. Tetapi mengapa rasanya terlalu cepat, ya? Sepertinya baru beberapa hari kemarin ada bibit rasa yang dititipkan Tuhan pada saya. Apakah hati saya belum dapat menerima sepenuhnya bahwa setelah ini saya tidak boleh diam-diam mengagumi kamu lagi? Entahlah, saya tidak mengerti.


Beberapa minggu sejak wacana itu kamu katakan, saya benar-benar sudah bertekad untuk melempar jauh-jauh segenggam rasa yang saya sembunyikan darimu. Dengan kata lain, saya sudah merasa sangat kalah. Saya menyerahkan tugas ‘membahagiakanmu’ itu kepada dia yang telah lebih dahulu singgah di hatimu. Tetapi tetap saja, masih ada yang aneh di hati saya. 

Sekarang sudah lebih dari 40 menit sejak akad itu berlangsung. Saya tidak tahu apa yang tengah kamu lakukan di sana. Apakah akan, sedang, atau telah mengucap janji setia itu. Atau mungkin masih jatah Pak Mudin yang bercuap-cuap memberi nasihat ini itu untukmu. Yang jelas, kamu pasti berdebar, ya? Mirip dengan peristiwa 15 hari yang lalu. Senyummu benar-benar terlihat bebas setelah prosesi itu. Mungkin setelah ini senyummu akan lebih bebas dari itu, ya?

Huft...apakah kamu tahu? Saya benar-benar tidak bisa berkonsentrasi secara maksimal hari ini. Sudah saya coba mengalihkan perhatian pada film dan buku, tetapi bayangan tentang bagaimana kamu melewati prosesi akad itu seringkali terselip di setiap paragraf yang saya baca. Kalau sudah begitu saya akan menepuk-nepuk dahi saya untuk menyingkirkan pikiran-pikiran itu. Berharap ia tidak akan menyatroni kepala saya lagi.

Barakallah, pukul 11 tadi saya sempat mengirim pesan singkat berisi doa itu padamu. Entah, ketika mengetikkannya hati saya terasa ringan. Benar-benar ringan. Seperti orang tidak berharap apa-apa ketika memberikan pertolongan pada seseorang. Apa karena membayangkan perasaan bahagiamu di sana? Tetapi setelah itu kenapa saya jadi sedih lagi? Hmm..apakah saya tengah merasakan patahan itu lagi?

Hari ini benar-benar kelabu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar