Ada yang aneh dengan perasaan saya hari ini. Rumit. Benar-benar
tidak terdefinisi. Bermula ketika kabar itu benar-benar menyata di keesokan
harinya. Ya, akhirnya kamu memutuskan untuk menggenggam tangannya lebih erat.
Saya sudah menduga hal ‘indah’ itu pasti akan terjadi. Tetapi mengapa rasanya terlalu
cepat, ya? Sepertinya baru beberapa hari kemarin ada bibit rasa yang dititipkan
Tuhan pada saya. Apakah hati saya belum dapat menerima sepenuhnya bahwa setelah
ini saya tidak boleh diam-diam mengagumi kamu lagi? Entahlah, saya tidak
mengerti.
Beberapa minggu sejak wacana itu kamu katakan, saya
benar-benar sudah bertekad untuk melempar jauh-jauh segenggam rasa yang saya
sembunyikan darimu. Dengan kata lain, saya sudah merasa sangat kalah. Saya
menyerahkan tugas ‘membahagiakanmu’ itu kepada dia yang telah lebih dahulu
singgah di hatimu. Tetapi tetap saja, masih ada yang aneh di hati saya.
Sekarang sudah lebih dari 40 menit sejak akad itu
berlangsung. Saya tidak tahu apa yang tengah kamu lakukan di sana. Apakah akan,
sedang, atau telah mengucap janji setia itu. Atau mungkin masih jatah Pak Mudin
yang bercuap-cuap memberi nasihat ini itu untukmu. Yang jelas, kamu pasti
berdebar, ya? Mirip dengan peristiwa 15 hari yang lalu. Senyummu benar-benar terlihat
bebas setelah prosesi itu. Mungkin setelah ini senyummu akan lebih bebas dari
itu, ya?
Huft...apakah kamu tahu? Saya benar-benar tidak bisa
berkonsentrasi secara maksimal hari ini. Sudah saya coba mengalihkan perhatian
pada film dan buku, tetapi bayangan tentang bagaimana kamu melewati prosesi
akad itu seringkali terselip di setiap paragraf yang saya baca. Kalau sudah
begitu saya akan menepuk-nepuk dahi saya untuk menyingkirkan pikiran-pikiran
itu. Berharap ia tidak akan menyatroni kepala saya lagi.
Barakallah, pukul 11 tadi saya sempat mengirim pesan
singkat berisi doa itu padamu. Entah, ketika mengetikkannya hati saya terasa
ringan. Benar-benar ringan. Seperti orang tidak berharap apa-apa ketika
memberikan pertolongan pada seseorang. Apa karena membayangkan perasaan
bahagiamu di sana? Tetapi setelah itu kenapa saya jadi sedih lagi? Hmm..apakah saya
tengah merasakan patahan itu lagi?
Hari ini benar-benar kelabu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar