Minggu, 11 Maret 2012

My Weight



Ada banyak hal baru yang kita dapatkan setelah pergi ke suatu tempat. Baik itu berupa materi maupun pengalaman. Hal-hal baru tersebut terkadang membawa sengsara, tetapi terkadang juga membawa nikmat.


Sama seperti saya yang baru saja pulang dari suatu daerah komunitas pesantren yang kental, Jombang. Selain memberikan banyak pengalaman spiritual, tempat itu juga menambah 'sesuatu' pada diri saya. Apa itu? Jawabnya adalah berat badan.


Ya, dua bulan berhijrah ke Kota Beriman itu, saya merasa semakin gendut (bukan merasa, nyatanya emang udah begitu). Timbunan lemak di beberapa bagian tubuh saya semakin berat saja. Hohoho. Tiga minggu setelah bermukin di sana, saya menyempatkan diri untuk menimbang berat badan saya. Hasilnya, wow..bertambah 2 kilogram. Lalu, tepat setelah dua bulan, berat badan saya kembali bertambah 1 kilogram lagi. Senang tetapi juga sedih. Senang karena akhirnya berat dan tinggi badan saya pun seimbang. Sedih karena rok kesayangan saya jadi agak sesak. Ups..harus beli lagi nih kayaknya. 

Berita ini pun segera saya koar-koarkan pada teman-teman terdekat saya. Beberapa dari mereka berkomentar "Wah, berarti kamu betah ya di sana?". Hmm..betah? sebenarnya tidak juga. Selain tempat tinggal yang kurang begitu nyaman, tempat itu juga berhawa panas. Saya bisa mandi 3 sampai 4 kali sehari. Sumuk, guys. Selain itu, di sana juga banyak nyamuk. Setiap kali bangun pagi, saya selalu melihat bentol-bentol merah (hasil kecupan si nyamuk) di lengan dan betis saya. Belum lagi suasana kamar yang super duper berantakan. Lebih dari gudang atau pun kapal pecah. Gak kebayang kalau Ibu saya melihat ruangan itu, histeris mungkin. Secara, Ibu saya kan gak suka tempat-tempat berantakan.

Lalu apa donk yang bikin berat badan saya bertambah? Jawabannya gampang, karena saya suka makan (sampai-sampai dijuluki predator). Memakan segala makanan yang ada, terlebih yang gratis. Hohoho...setidak-kerasannya saya di suatu tempat, saya masih bisa rajin makan. Terlebih, saya tidak pernah 'menahan nafsu' (baca: puasa) ketika di sana. Khawatir tidak kuat, karena cuaca yang begitu panas (alasandoank.com).

Kenaikan bobot tubuh ini adalah kenaikan paling tinggi sepanjang sejarah hidup saya. Sebelumnya tidak pernah 'seberat' ini. Seringkali saya membuka kembali foto-foto saya waktu 'jaman muda' dulu. Hadeh-hadeh, kurusnya 'minta maaf'. Untunglah sekarang tidak lagi. Bagi kebanyakan orang, kenaikan berat badan adalah sebuah bencana. Tapi tidak bagi saya. Saya cukup bahagia dengan diri saya saat ini. Tidak ingin mengurangi dengan diet yang menyiksa. Mungkin malah akan saya tambah lagi. Hehehe...

11 Maret 2012 12:43 wib
Me, in 55 kg

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Waaah berarti ada yg lebih berat dari akyuuu dunkz.... hihihi asyeeeek

Kang Sofyan mengatakan...

hehe,,berarti cocok dengan makanan yang ada disna Mbak..

Posting Komentar