Minggu, 04 Maret 2012

Ketika Aku Terlupakan



Merangkai kembali hatiku yang menyerpih
Mengutuhkannya dalam bingkai
Yang berulang kali jatuh
Pada tempat yang tidak semestinya

Menyadari bahwa pedih itu
Karena luka yang ia gores
Merasakan bening di pelupuk itu mengalir
Karena siluetnya yang makin memudar
 
Ia pergi
Meninggalkan kenangan
Yang enggan terhapus
Meski telah ku tumpuk
Kenangan lain di atasnya

Kadang aku berharap
Punggung itu berbalik
Menyimpulkan senyum yang amat kurindu

Namun…
Hanya dalam maya saja
Harapan itu akan menyata
Sebab haluan hatinya
Tak lagi untukku..


03032012 21:30 WIB
Stanza untuk Dhani, lagi…

2 komentar:

Nikita w mengatakan...

siape buuukk???? apakah tidak ada sang pangeran lain yang bisa menggantikannya mengorek habis isi hatimu???

Khoiriyah Fatma Nuryati mengatakan...

Itu puisi bwt Dwi Kusuma Wardhani, buuk..
Q mencoba menjadi dia. Mewakili menumpahkan isi hatinya.. :)

Posting Komentar