Betapa
menyenangkan berada bersamamu hingga detik ini. Merasakan dirimu yang selalu
bersedia berlari bersamaku. Bersenandung ceria dan melahirkan beberapa karya. Kau
sangat setia. Bahkan, lebih setia dari sahabat manapun di dunia. Tidak pernah
mengeluh akan keegoisanku. Kapanpun aku menginginkan, kau ada seketika itu
juga. Amazing...bahkan aku tak pernah bisa seperti itu.
Sangat sedih
ketika harus menerima kenyataan akan penyakit yang kau derita. Kata dokter, aku
harus mempersiapkan hatiku. Siapa tahu kau akan meninggalku nanti. Maafkan aku
ya... kelalaian dan kecerobohanku membuatmu seperti ini. Maaf, Tochi...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar