Minggu, 19 Oktober 2014

Selamat Ulang Tahun


Hari ini adalah harimu. Hari yang engkau tunggu-tunggu di setiap tahunnya. Meski tak ada nyala lilin sebagai perayaan, saya tahu engkau tengah berbahagia. Saya tidak tahu apa yang sepantasnya saya berikan sebagai kado di pergantian tahun usiamu ini. Kamu lebih dari sekedar biasa untuk kado yang biasa-biasa saja.

Sebaris ucapan selamat dan rangkai doa yang saya kirimkan melalui udara, rasanya tak cukup mengganti setiap senyum yang selalu kamu hadirkan untuk saya.
"Tak perlu bingung, saya tidak butuh kue tart atau apapun," katamu, seakan membaca saya seluruhnya.

"Bacakan saja satu surat dari Al-Qur'an, khusus untuk saya. Itu akan lebih membahagiakan," lanjutmu.

Saya tersenyum membacanya. Kamu meniru cara saya kah? Sebab saya juga sering meminta kado yang demikian itu pada sahabat-sahabat saya... 

18 Oktober 2014
satu hal lagi yang mirip dari kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar