Kamis, 30 Oktober 2014

Let it Go


Marahlah, ketika lelahmu tak dihargai

Siang itu saya terduduk lesu. Dua buah trophy kemenangan perlombaan yang digelar pagi tadi tak cukup untuk sekedar mengembangkan senyum saya. Hampir menangis karena sebuah drama alay yang terjadi di beberapa menit yang lalu, salah seorang rekan senior membentak-bentak saya di depan umum. Yang lainnya memilih untuk mendukungnya daripada saya. Dan seperti biasa, saya diam saja.

Saya memang salah, karena lupa berkoordinasi. Tapi yang saya jengkelkan, kenapa harus memarahi saya sampai seperti itu? tidak bisakah menyampaikannya secara baik-baik? bukankah nasihat akan lebih bisa diterima jika cara menyampaikannya juga baik?

Dia tidak tahu, lelah yang saya derita. Menjadi panitia sekaligus koordinator tim pengisi acara itu cukup menguras tenaga dan pikir saya. Seminggu kemarin saya sampai tak sempat mengerjakan revisi makalah komprehensif karena saking lelahnya. Saya hanya butuh penguatan dari mereka atas apa yang telah saya lakukan untuk lembaga. Tapi apa yang saya dapat? Mereka pergi sebelum kejuaraan itu diumumkan. Membiarkan saya menenteng sendiri trophy itu. Ah, seandainya saja mereka mampu berpikir dari perspektif saya.

Hari ini saya melayangkan surat ijin ke lembaga. Mengerjakan tugas akhir kuliah menjadi alasan pelampiasan kemarahan saya.

3010214 06.25 WIB
just let it go

Tidak ada komentar:

Posting Komentar