Senin, 08 September 2014

First Meet

Di deretan kursi shaf pertama...
Di kiri saya duduk empat orang perempuan yang baru saja saya jumpai hari ini. Di kanan saya masih ada satu kursi kosong yang tak diminati.
“Permisi, saya boleh duduk di sini, Mbak?” tanyamu, menunjuk kursi kosong di sebelah saya ketika itu.
“Oh, silahkan,” jawab saya tanpa pikir panjang.
Beberapa menit setelah itu tak ada percakapan di antara kita. Saya hanya mendengar gelak tawamu di sela-sela suara sekretaris daerah yang tengah memberikan pengarahan itu.
”Mbak dari mana?” tanyamu setelah berpuluh menit kemudian.
“Saya dari kabupaten, Mas”
“Hmm...berapa menit jarak tempuhnya dari sini?” tanyanya lagi.
“Yaa...sekitar 45 menitan, lah,”
“Ooo....sama dong, saya juga 45 menitan dari rumah,”
“Oya?” tanya saya, singkat.
“He’em...tapi bedanya, saya dari barat dan pean dari timur,” jelasmu, tersenyum.
Sejurus kemudian, kita lalu tersenyum bersamaan. Detik selanjutnya kembali hening, tak ada percakapan lagi. Kita pun kembali fokus pada perhatian awal.

Bagi saya ketika itu kamu tak lebih dari seorang pemain figuran yang sekedar numpang lewat dalam salah satu scene hidup saya. Tak lebih dari seorang teman bicara di sebuah forum baru dengan orang-orang yang sama-sama berstatus ‘baru’. Saya pun tak ingin banyak berbasa-basi denganmu. Tapi entah, ada reaksi yang berbeda dengan ruhani saya. Serasa bertemu dengan teman lama yang telah dikenal bertahun-tahun. Begitu nyaman....

Saya meyakininya, itu sebuah kode rahasia dari-Nya...

first page on our storybook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar