Pagi itu....
Di sepinya kantor pemerintah daerah yang gerbangnya baru saja dibuka
oleh penjaga. Segarnya aroma tanah yang diguyur air pun masih terasa. Pagi itu,
07.00 WIB, beberapa pegawai mulai berseliweran. Ada yang tengah memarkirkan
roda dua, ada pula yang saling berjabat tangan dan berucap selamat pagi.
Sedangkan saya tengah duduk manis di serambi musholla kantor
pemerintah itu. Sendiri, sembari mengamati kesibukan kantor yang mulai menggeliat.
Saya, yang katanya diterima sebagai ‘pegawai baru’ di tempat itu hadir untuk
menghadiri training pertamanya. Meninggalkan tugas akhir magister saya yang
sebenarnya sudah menagih untuk segera dirampungkan.
Pagi itu...
Saya hanya bicara sekedarnya. Tersenyum dan menyapa rekan yang
berdatangan satu demi satu, lalu kembali menyibukkan diri dengan pemandangan di
depan mata saya. Entah...saya sama sekali tidak berminat untuk mengenal mereka
lebih jauh. Saya hanya ingin urusan di tempat itu segera selesai sehingga saya
bisa kembali pulang dan mengerjakan tugas akhir saya.
Pagi itu....
Ditengah kesibukan saya dalam diam, mata saya tak sengaja menangkap
sosokmu. Kamu yang sedang di dalam ruang kaca berkarpet hijau dan bermimbar
itu. Duduk iftirosy sebelum akhirnya bersujud kembali. Saya tersenyum
melihatnya. Ternyata itu benar-benar kamu.
Setelah pagi itu, kamulah orang pertama yang selalu ingin saya temui
di tempat itu.
-Second meet on 28 February-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar