Siapa sih yang gak tahu Yogyakarta?
Daerah Istimewa di Republik Indonesia yang menawarkan banyak tempat wisata. Surganya
para pelancong, katanya sih begitu. Coba saja dihitung, mulai dari Borobudur,
Prambanan, Malioboro, Bringharjo, Keraton, Parangtritis, waaaahhh...banyak beuuudh.
#ekspresi alay.
Seperti yang saya ceritakan di Part 1 tadi
bahwasanya saya tuh pengeeen banget keliling Djogjakarta (cita-cita mulai SMP).
Dan akhirnya sekarang kesampean. Yeeeee....#bersorak sambil lompat-lompat. Yaah..meskipun
batal ke Prambanan dan hanya menyusuri Malioboro, sih.
Tempat yang satu ini (baca: Malioboro, red.)
merupakan salah satu surga belanja di Yogyakarta. Kalau mau cari oleh-oleh atau
barang-barang khas Yogyakarta untuk di bawa pulang atau sekadar dipamerin ke
teman-teman kos, di sini tempatnya. Untuk ukuran pasar, Malioboro ini tergolong
rapi, lah. Sebagian besar para penjualnya menjual kaos, baju, tas dan berbagai
kerajinan dari batik. Hmm..dagang sekaligus melestarikan budaya negeri. Like
this deh pokoknya..
Awalnya sih, saya dan teman saya tidak berniat
untuk berjalan-jalan ke sana (dari awal memang gak ada niat
jalan-jalan). Kami hanya bermaksud untuk mengecek jadwal pemberangkatan kereta
api di stasiun Tugu Yogyakarta. Berangkatlah kami menyusuri jalanan dengan
Vario yang kami sewa tadi pagi. Sesampainya di TKP, lha kok, stasiunnya
sebelahan sama Malioboro? Mampir deh.. Belum sampai di ujung lain jalan
Malioboro ini, saya sudah ngadopsi dua kaos keren dari mas-mas penjual
di Malioboro sana. Hehehe..nafsu belanja saya tiba-tiba menggebu (tapi masih
bisa dikendalikan, kok). Kaosnya kok beli dua? Maunya sih beli empat, buat
Ayah, Ibu, dan adik saya. Tapi budget tipis banget, bro, akhirnya
cuma beli segitu. Maaf ya, bro-sist pembaca blog, gak ada jatah oleh2
buat kalian. Hehehe..
![]() | |
| Dua tempat ini nih, yang belum sempat dikunjungi. huhuhuhu... |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar