Ada yang berbeda dengan hari kamis di minggu
pertama Desember kemarin. Saya bangun lebih awal dan mandi lebih pagi. Dengan penuh
semangat saya menge-pack barang-barang ke dalam ransel yang akan saya bawa selama bepergian. Ya, hari itu saya
akan berangkat ke Kota Yogyakarta, kawan.. Satu tempat yang benar-benar ingin saya
kunjungi sejak dahulu. Kepergian saya ke sana bukan semata-mata untuk
berwisata, loh, melainkan untuk kepentingan sosial (baca: menemani teman yang
hendak mengikuti ujian masuk pascasarjana). Sahabat, eh, teman tergeje saya
itu meminta saya untuk menemaninya, katanya
sih, biar ada temannya kalau nyasar. Kasihan juga dia, mukanya juga melas
begitu, pikir saya. Saya lalu mengiyakan, dan bersedia menemaninya dengan
segala resiko yang ada (bolos kuliah dan kehabisan uang jajan bulan ini, red.).
![]() |
| Ekspresi orang baru pertama kali pegang tiket kereta api. hagshags... |
![]() |
| Ini dia tiket pertama saya |
Ok, lanjut..! Enam jam lamanya saya dibawa
lari oleh si kereta api. Huft..ternyata naik kereta itu tidak semenyenangkan
yang saya pikirkan sebelumnya. Tetapi sangaaatt menyenangkan (loh?). Kenapa?
Haduh, gini loh, kawan-kawan.. Saya tuh mendadak ngefans sama kepribadian
Abang Kereta Api ini. Menurut saya, kereta api itu adalah salah satu jenis
kendaraan yang memiliki sifat sederhana, rendah diri, dan tidak sombong.
Mengapa? Ia lebih memilih untuk melintasi persawahan dan pemukiman penduduk
dari daripada jalan raya dengan gedung-gedung tinggi di samping kanan dan
kirinya. Hal itu juga menunjukkan bahwa kereta api tersebut memiliki jiwa-jiwa
pramuka, yakni senang menjelajah alam semesta (sawah, maksudnya). Haduh,
tulisan saya jadi mblarah alias nyar-ngelanyar gini.
![]() |
| teman tergeje saya tengah terlelap di dalam kereta |
Pukul 12.30 WIB, kami berdua tiba di Stasiun
Lempuyangan Yogyakarta. Fiuuhh.. #ekspresi mengelap keringat di dahi. Saya dan teman
saya celingukan, bingung, kudu jalan ke arah mana. Jemputan yang
dijanjikan oleh teman saya yang bermukim di Yogya pun tak kunjung datang. Kami
pun lantas memutuskan untuk menggunakan kekuatan kaki saja, setelah sebelumnya
menolak ‘pinangan’ beberapa tukang becak. Hehehe.. Saya dan teman saya lalu
berjalan entah ke arah mana itu, pokoknya menyeberang jalan di bawah jembatan
layang, lalu memotong lintasan rel kereta api, lalu teruuuuusss...berjalan hingga
tiba di gerbang utama Universitas Gadjah Mada (UGM). Weeww..keren, kan kita? Tapi
akhirnya kehujanan dan memutuskan untuk mampir di warung bakwan. Hehehe..
Begitulah cerita backpakcing saya hari
itu. Eitss..masih ada cerita-cerita lain di part berikutnya. Tetaplah
membaca..


.jpg)
.jpg)
2 komentar:
habis ini aku post pengalaman naik KA lintas harga hahaha
Asik2..kutunggu keretamu..
Posting Komentar