Kamis, 13 Desember 2012

Sweet Backpacker Part 1-Naik Kereta Api



Ada yang berbeda dengan hari kamis di minggu pertama Desember kemarin. Saya bangun lebih awal dan mandi lebih pagi. Dengan penuh semangat saya menge-pack barang-barang ke dalam ransel yang akan  saya bawa selama bepergian. Ya, hari itu saya akan berangkat ke Kota Yogyakarta, kawan.. Satu tempat yang benar-benar ingin saya kunjungi sejak dahulu. Kepergian saya ke sana bukan semata-mata untuk berwisata, loh, melainkan untuk kepentingan sosial (baca: menemani teman yang hendak mengikuti ujian masuk pascasarjana). Sahabat, eh, teman tergeje saya  itu meminta saya untuk menemaninya, katanya sih, biar ada temannya kalau nyasar. Kasihan juga dia, mukanya juga melas begitu, pikir saya. Saya lalu mengiyakan, dan bersedia menemaninya dengan segala resiko yang ada (bolos kuliah dan kehabisan uang jajan bulan ini, red.).

Perjalanan kami dimulai dari stasiun Wonokromo Surabaya. Deg-degan rasanya, karena ini merupakan pengalaman pertama saya naik kereta api (naik kereta api merupakan salah satu impian saya yang lain). Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya kereta api Pasundan yang dinanti-nanti pun tiba. KA. Pasundan merupakan salah satu jenis kereta level bawah (baca: ekonomi, red), tiket ke Yogyakarta yang lintas propinsi begitu hanya Rp. 38.000 saja. Murah, men! Tapi ya gitu, puuanaaaas... Berisik lagi. Hehehe.. Aslinya sih, teman saya meminta saya untuk membeli tiket kelas bisnis, tetapi ketika saya bertanya pada mas di loket penjualan, harga tiketnya itu Rp.106.000. Weeww.. apesnya uang di kantong saya ketika itu hanya sekitar Rp. 120.000 saja. Buru-buru aja saya bilang sama mas loketnya, “Yang ekonomi aja, Mas..”. Begitu saya beri tahu pada teman saya perihal pembelian tiket itu, dia sepertinya sedikit shock. Hehehe...maaf ya, teman.. Kamu jadi panas-panasan gara saya. #ekspresi menyesal (taubatan nasuha).
Ekspresi orang baru pertama kali pegang tiket kereta api. hagshags...
Ini dia tiket pertama saya
  Ok, lanjut..! Enam jam lamanya saya dibawa lari oleh si kereta api. Huft..ternyata naik kereta itu tidak semenyenangkan yang saya pikirkan sebelumnya. Tetapi sangaaatt menyenangkan (loh?). Kenapa? Haduh, gini loh, kawan-kawan.. Saya tuh mendadak ngefans sama kepribadian Abang Kereta Api ini. Menurut saya, kereta api itu adalah salah satu jenis kendaraan yang memiliki sifat sederhana, rendah diri, dan tidak sombong. Mengapa? Ia lebih memilih untuk melintasi persawahan dan pemukiman penduduk dari daripada jalan raya dengan gedung-gedung tinggi di samping kanan dan kirinya. Hal itu juga menunjukkan bahwa kereta api tersebut memiliki jiwa-jiwa pramuka, yakni senang menjelajah alam semesta (sawah, maksudnya). Haduh, tulisan saya jadi mblarah alias nyar-ngelanyar gini.
teman tergeje saya tengah terlelap di dalam kereta
Pukul 12.30 WIB, kami berdua tiba di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Fiuuhh.. #ekspresi mengelap keringat di dahi. Saya dan teman saya celingukan, bingung, kudu jalan ke arah mana. Jemputan yang dijanjikan oleh teman saya yang bermukim di Yogya pun tak kunjung datang. Kami pun lantas memutuskan untuk menggunakan kekuatan kaki saja, setelah sebelumnya menolak ‘pinangan’ beberapa tukang becak. Hehehe.. Saya dan teman saya lalu berjalan entah ke arah mana itu, pokoknya menyeberang jalan di bawah jembatan layang, lalu memotong lintasan rel kereta api, lalu teruuuuusss...berjalan hingga tiba di gerbang utama Universitas Gadjah Mada (UGM). Weeww..keren, kan kita? Tapi akhirnya kehujanan dan memutuskan untuk mampir di warung bakwan. Hehehe..

Begitulah cerita backpakcing saya hari itu. Eitss..masih ada cerita-cerita lain di part berikutnya. Tetaplah membaca..

2 komentar:

Unknown mengatakan...

habis ini aku post pengalaman naik KA lintas harga hahaha

GUNOTIF (Guru Inovatif Kreatif) mengatakan...

Asik2..kutunggu keretamu..

Posting Komentar