Rabu, 03 Oktober 2012

Beranilah Berbeda


Kamu adalah orang pertama yang saya beritahu tentang kehadiran saya. Kamu juga orang pertama yang mengetahui tentang kepergian saya. Dan kamulah orang pertama yang merasa berat untuk melepaskan saya. Maaf ya, untuk pertemuan singkat ini. Pertemuan yang mungkin hanya terhitung 10 hari saja

Yang perlu kamu ketahui, saya bukan orang yang luar biasa dalam ruang pikirmu. Saya juga bukan malaikat yang bisa membawamu pada ketaatan super pada Sang Maha Kuasa. Saya hanya saya, dengan segala ketidaksempurnaan fisik dan batin saya. Jikalau lah saya telah membawamu pada sebuah ketenangan, itu tidak lain karena intervensi-Nya saja. Tidak murni dari saya semata.



Saya hanya berharap semoga kamu dapat mempertahankan segala kebaikan yang kamu miliki. Kamu adalah sebutir mutiara di pekatnya lumpur hitam. Semoga kamu tidak kehilangan sinar itu meski gelap selalu memelukmu. Mengikuti nurani adalah yang terpenting, kawan.. Betapa prosesmu saat ini kamu gantungkan pada lingkunganmu. Itu tidak bagus. Kamu bisa kehilangan duniamu, kawan.. Percayalah, sesuatu itu sudah benar adanya. Kamu tidak perlu meralat dengan menghapus sisi-sisinya. Kamu berada pada jalur dan kompas yang benar. Kamu hanya butuh memegang tongkat prinsip itu dengan penuh percaya diri. Tak mengapa jika harus berbeda. Beranilah menjadi bunga kuning di antara yang daun-daun hijau. 

Maaf ya..jika saya tidak mampu menjadi penyanggahmu lagi. Saya harus berjalan ke tempat lain,  ke tempat di mana mimpi-mimpi saya dibentangkan. Saya harus mencapainya di sana. Dan itu artinya saya harus pergi meninggalkanmu. Sudah saatnya kamu berjalan dengan tongkatmu sendiri. Saya hanya bisa menemani sampai di sini. Semoga kamu berhasil menggenggam cahaya yang kamu cari. Saya selalu berharap yang terbaik untukmu, kawan..

1 Oktober 2012 19.51 wib
Catatan untuk Selly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar