Selasa, 28 Agustus 2012

Untuk Ayah


Sekali ini Ayah, kau terlihat begitu berat melepasku pergi. Berurbanisasi mencari setitik ilmu di kerasnya kehidupan. Aku sangat tahu, Ayah, itu bukan hal yang murah. Aku pun tidak akan mampu mengembalikan pundi-pundi keringat yang telah kau ikhlaskan untukku. Terlampau banyak...

Tapi tenanglah Ayah...segalanya akan kuganti dengan cerita prestasi dan suksesku. Percayalah padaku, pada garis yang tengah kupilih sendirian ini. Sebab hanya percayamu yang kubutuhkan. Agar mantap langkahku. Supaya yakin hatiku.

Ayah, mohon dengar bisik lirihku. Bahwasanya tidak ada yang sia-sia jika kita berkorban untuk ilmu. Setiap hurufnya akan membentuk paragraf indah di akhirat kelak. Ia akan mengangkat derajat seseorang lebih tinggi daripada yang tidak memilikinya. Maka dari itu, jangan selipkan ragu padanya. Sesungguhnya Sang Pemilik Ilmu tengah menyiapkan nasib manis di depan sana.

9 Agustus 2012
Terima kasih, Ayah.. Telah mengantarku hingga ke titik ini.

1 komentar:

Melukis Hujan mengatakan...

Ayah,,
jangan bisikkan doa keraguanmu padaNya. Izinkan meskipun hanya setitik percayamu serahkan aku padaNya. Bukankah Dia Maha Segalanya..

Posting Komentar