Sekali ini Ayah, kau terlihat begitu berat melepasku
pergi. Berurbanisasi mencari setitik ilmu di kerasnya kehidupan. Aku sangat
tahu, Ayah, itu bukan hal yang murah. Aku pun tidak akan mampu mengembalikan
pundi-pundi keringat yang telah kau ikhlaskan untukku. Terlampau banyak...
Tapi tenanglah Ayah...segalanya akan kuganti dengan cerita
prestasi dan suksesku. Percayalah padaku, pada garis yang tengah kupilih
sendirian ini. Sebab hanya percayamu yang kubutuhkan. Agar mantap langkahku.
Supaya yakin hatiku.
Ayah, mohon dengar bisik lirihku. Bahwasanya tidak ada
yang sia-sia jika kita berkorban untuk ilmu. Setiap hurufnya akan membentuk
paragraf indah di akhirat kelak. Ia akan mengangkat derajat seseorang lebih
tinggi daripada yang tidak memilikinya. Maka dari itu, jangan selipkan ragu
padanya. Sesungguhnya Sang Pemilik Ilmu tengah menyiapkan nasib manis di depan
sana.
9 Agustus 2012
Terima kasih, Ayah.. Telah mengantarku hingga ke titik
ini.

1 komentar:
Ayah,,
jangan bisikkan doa keraguanmu padaNya. Izinkan meskipun hanya setitik percayamu serahkan aku padaNya. Bukankah Dia Maha Segalanya..
Posting Komentar