Minggu, 19 November 2023

Thank You


Lagi-lagi terima kasih, kak... Menyediakan ruang untukku. Mencuri waktu di sela-sela siangmu yang begitu sibuk. Kau lelah, bukan? Aku bisa membacanya dari raut wajahmu. Tetapi kau begitu rela hadir di tempat ini, menemuiku. Seberharga itukah nilaiku di hatimu? 

Kak, tahukah? 3600 detik hadirmu di ruang ini adalah hal yang teramat istimewa bagiku. Melihatmu tersenyum padaku, seakan meluruhkan duka yang mendekapku beberapa jam lalu. Sejujurnya aku sangat ingin menangis, kak... menangis karena terharu. Menyukuri satu kasih sayang-Nya yang Dia titipkan melalui dirimu. Kamu yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah denganku, tetapi bersedia menggenggam tanganku dalam dinginnya hujan yang datang kemarin. Semua ini tak luput dari qudrah-Nya, bukan?

Kak, tahukah? Kesendirianku di tempat ini bukanlah tanpa alasan. Sejatinya, aku sudah lelah mengetuk pintu hati yang sedari awal memang tidak terlalu peduli. Mereka hanya datang ketika membutuhkanku, namun berbalik badan ketika aku membutuhkan mereka. Dulu, aku marah dan tidak bisa begitu saja menerima, karena mereka tak memperlakukan aku sebagaimana aku memperlakukan mereka. Kecewa dan sakit hati pastinya.

Tetapi, lambat laun aku mulai menyadari, untuk apa aku terus menerus mengetuk pintu hati yang tidak mau membukakannya untukku? Dan ternyata selama ini aku memang salah. Seharusnya aku tak berharap pada manusia yang jelas-jelas akan membuat kecewa. 

Aku berhenti berharap pada manusia, dan menyandarkan segala harapku pada-Nya semata. Lalu banyak keajaiban terjadi. Salah satunya adalah hadirmu, kak... Terima kasih banyak... 

Semoga Allah memberkahimu...


Kamis, 16112023
Ruang Mawar 1B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar