Saya baru mengerti, jika kamu
mencoba membuat saya jatuh cinta pada kekurangan-kekuranganmu. Dan saya baru
mengerti, jika sayalah yang selama ini belum memahami pesan yang kamu sampaikan.
Ternyata kamu lebih mementingkan isi sebutir kacang daripada sekedar memandangi
kulitnya dari luar. Ternyata kamu telah masuk lebih dulu ke dalam air sebelum menilai
seberapakah kedalamannya. Keluarbiasaanmu kamu bungkus rapi dalam kotak usang
yang sama sekali tidak menarik untuk dilirik. Padahal di sana tersimpan harta
karun yang begitu berharga. Harta karun itu adalah dirimu.
Maafkan saya yang sampai saat ini
belum mampu membaca tanda yang kamu isyaratkan. Itu tidak lebih karena
keterbatasan sosok manusiawi saya. Semoga kamu lekas dipertemukan dengan
matahari yang kelak akan menerangi hari-harimu. Yang membuatmu lebih cerah dan
bersemangat setiap hari. Yang tentunya lebih elok, dan lebih segala-galanya.
Amien... taqaballah...
Teruntuk seorang ustadz di
seberang sana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar