Sabtu, 27 April 2013

Berkunjung ke Al-Akbar

Eksterior Masjid Al-Akbar Surabaya

Huwaaaahhh...lama sekali tidak ‘nengok’ blog saya yang satu ini. Saking lamanya gak saya buka, dipojok kiri atas udah banyak sarang laba-labanya. Parahnya, tu laba-laba udah beranak pinak pula. Hadeh...

Dua hari yang lalu, salah satu hobi geje saya mendadak muncul. Usai mengembalikan buku ke Perpustakaan Pascasarjana, tiba-tiba saja saya ingin berkunjung ke Masjid Al-Akbar, masjid kelas nasional di Kota Surabaya. Motor gak ada, temen-temen kamar pada kuliah semua. Hmm..jadilah saya ke sana tanpa ada yang menemani. Eh, nggak juga ding! Saya bersama Abang angkot yang sudah lumayan tua dan beberapa penumpang angkot lainnya.

Pintu depan masjid
Agak cemas sih, karena saya belum pernah ke tempat itu sebelumnya. Saya hanya mengetahui perihal masjid tersebut dari internet dan cerita teman-teman saya yang sudah pernah ke sana. Di dalam angkot, seringkali saya melongok ke luar jendela, memastikan bahwa tujuan saya belum terlewat. Ketika saya menahan diri untuk tidak bertanya pada penumpang lain, jaim bro.. 

Setelah hampir 45 menit saya duduk manis di dalam ‘kotak berjalan’ itu, akhirnya saya melihat kubah hijau-biru yang saya tunggu-tunggu.
“Itu dia,” teriak saya dalam hati. Segera saya memberi kode pada Abang angkot untuk menghentikan lajunya.
interior
Subhanallah...benar-benar AKBAR nih masjid. Begitu masuk ke dalamnya, mata saya langsung mengobservasi sekeliling. Hmm..sangat indah. Ada ketenteraman yang tiba-tiba memeluk hati saya.
“Ya Allah..ini baru masjid-Mu yang di Indonesia. Seandainya ini Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, mungkin saya tidak ingin beranjak dari dalamnya,” batin saya.

Paduan warna dinding dan kubahnya begitu elegan. Dengan tinggi bangunan yang mencapai 20 m, semakin membuatnya tampak megah. Masjid terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal ini dirancang oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama konsultan ahli yang telah berpengalaman membangun masjid-masjid besar di Indonesia. Gak tanggung-tanggung, bro...


Selain itu, masjid ini juga memiliki menara setinggi 99 meter. Dari puncak menaranya kita dapat melihat padatnya landscape Kota Surabaya. Tapi sayang, saya belum bisa menikmati fasilitas ini. Kenapa? Karena gak gratis, bro. Tiketnya Rp. 6000. Waktu saya ngelirik isi dompet saya, cuma satu lembar uang lima ribuan dan satu lembar dua ribuan, cukup buat ongkos pulang. Hiks... 

Menara Masjid Al-Akbar setinggi 99m
Masjid seluas 22.300 meter persegi ini sebenarnya dapat menampung kurang lebih 59.000 jamaah. Tapi sayangnya tidak banyak orang yang mengunjunginya. Hanya ketika pelaksanaan shalat fardhu saja cukup banyak orang yang datang. Tapi itupun mungkin hanya 20% dari kapasitas maksimalnya. Coba bandingkan dengan pengunjung Royal Plaza yang tidak pernah sepi dari pagi hingga malam hari? Miris rasanya...

Setelah puas berkeliling, shalat dan mengaji di sana, tepat pukul 13.00 wib saya memanggul tas ransel saya. Kembali pulang..

Catatan di tanggal 25 April 2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar